everything korean

beberapa hari lalu waktu aku sedang melintasi taman di kampus, seorang perempuan tomboi menghampiriku.. rambutnya model korea banget (pokoke beda lah) dan bercat pirang. kulit terang dan jelas matanya sempit. ya, harus kuakui, seperti aku. lalu dia bertanya, « excuse me, are you korean? » aku jawabnya, « ehmm… no » dan menahan untuk menyebutkan kewarganegaraanku. kupikir mungkin itu tidak terlalu penting, setidaknya bagi lawan bicaraku. lebih lanjut dia tanya dimana dia bisa menemui orang-orang korea. aku semakin diyakinkan bahwa ikatan antara orang-orang ini begitu kuat (dan juga tak acuh dgn yg lain??). aku bilang aja kalo di sini emang banyak orang korea. di hostelku–yang emang spesialis orang asing–ada beberapa. lalu dia berterima kasih dan pergi. ini bukan kali pertama memang aku dikira orang korea. atau cina. atau jepang. atau india, tepatnya bagian timur laut atau north-east. jadi aku uda terbiasa. waktu awal aku di sini aku dikasih tau seorang teman bahwa ikatan orang korea atau jepang di sini erat, terutama karena ada tingkatan senioritas. aku pun waktu itu manggut-manggut aja. seorang gadis korea pun pernah membantuku dalam proses registrasi–dimana kita harus berjibaku dengan birokrasi dan mentalitas india yang alot dan sungguh menguji kesabaran itu.

kemarin aku dan seorang teman sekelas dan seorang senior diundang makan siang oleh seniorku orang korea. dia akan segera pindah ke singapura, mengikuti istrinya yang ditugaskan di sana. istrinya sedang tidak ada, dan anaknya menyambut kami dengan jeritan dan teriakan raung aku udah ga sabar menikmati hidangan korea. tapi sebenernya (aku uda pernah makan siang di tempatnya) aku tau mereka lebih cenderung masak makanan instan, semacam nugget atau momo gitulah, yang tinggal ngegoreng atau rebus aja. dan dugaanku benar. di meja makan dihidangkan kepiting dan udang goreng dengan cocolan mayonais plus potongan kepiting rebus mirip dim sum (my favorite). tapi ada juga masakan sup kerang (musti kasih jahe), kerang ijo rebus (musti ada sambel nih) dan ayam kecap (kurang berasa, dasar lidah indo, pengennya yg gurih). tapi kenyang juga lah. kita juga ditawari manisan mangga, coklat karamel dan barley tea (my most most favorite).

setelah makan dan ngerampok peninggalan catatan dan reader (fotokopian bacaan) kuliah, kita diajak ke toko serba korea yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya. sayang barley tea incaranku tidak tersedia. aku pun jadi beli saus teriyaki impor yang lumayan mahal. ternyata pas sampai di rumah dan mencoba saus itu, ternyata rasanya tak manjur. lebih mirip kecap asin 😦

hari ini ke supermarket lagi dan tergoda dengan deretan saus beraneka rasa. plum, satay, black pepper, peking duck, chili, sweet indonesia ( 😀 ) dan lainnya. tanganku otomatis meraih saus bulgogi. for korean cuisine, tulisannya. aku pikir walaupun daging sapi susah didapat di sini, setidaknya aku bisa berkreasi buat ayam hehe… kita lihat saja. soalnya ternyata saus ini enak bo. kental dan agak merah. kita cicip saja nanti. 😉

Publicités

Un commentaire sur « everything korean »

Laisser un commentaire

Entrez vos coordonnées ci-dessous ou cliquez sur une icône pour vous connecter:

Logo WordPress.com

Vous commentez à l'aide de votre compte WordPress.com. Déconnexion / Changer )

Image Twitter

Vous commentez à l'aide de votre compte Twitter. Déconnexion / Changer )

Photo Facebook

Vous commentez à l'aide de votre compte Facebook. Déconnexion / Changer )

Photo Google+

Vous commentez à l'aide de votre compte Google+. Déconnexion / Changer )

Connexion à %s